Forgive, Not Forget
Thursday, March 12, 2009 | Author: rand
Terinspirasi dari selentingan percakapan di salah satu film bioskop Indonesia yg sedang tayang, dan juga dari pembicaraan autis dengan seorang teman di siang hari yg terik.. memaafkan, bukan melupakan.. inilah kisahnya.

Maaf adalah satu dari tiga kata yg akhir-akhir ini cukup mahal untuk diucapkan bagi sebagian orang selain "Tolong" dan "Terima Kasih".. sedangkan lupa adalah hilangnya sesuatu hal dari ingatan otak kita, baik sementara maupun permanen.. lantas mengapa? Ketika kita memaafkan seseorang, terlepas dari kondisi apakah ia meminta maaf terlebih dahulu atau tidak, apakah serta merta kita bisa melupakan kesalahannya?

Tidak.

Memaafkan dan melupakan itu dua kasus yg berbeda.. kita bisa dengan mudah memberi maaf kepada orang dan memaklumi kekhilafannya sebagai manusia, namun hal tersebut tidak serta merta membuat kita lupa akan perbuatannya.. perkara maaf menyangkut keikhlasan dan kelapangan hati, namun perkara lupa menyangkut jutaan sel-sel memori yg ada di dalam otak kita.. setiap apa yg kita lakukan akan menjadi track record dalam hidup kita, dan track record inilah yg akan diingat oleh orang-orang di sekitar kita.. juga akan ditunjukkan kembali kepada kita di Padang Mahsyar kelak.

Kembali ke perkara maaf..

Ada maaf, biasanya ada salah.. seperti pepatah lama, orang berbuat salah ibarat menancapkan sebuah paku di pagar kayu.. makin banyak salah, makin banyak paku.. sedangkan memberi maaf, seperti mencabut kembali paku itu dari tempatnya menancap.. makin dalam paku, makin sulit dicabut.. bagaimana dengan melupakan? Tengok saja bekas paku tersebut, apakah masih tersisa lubang pada kayu? Ya.. setelah paku dicabut, akan terdapat lubang pada kayu.. itulah mengapa kita tidak serta merta melupakan.. itulah track record kita.

Tuhan telah membuat mekanisme ingatan manusia dengan sedemikian sempurna, dan lupa adalah salah satu anugrahNya.. bayangkan bila kita tidak bisa lupa, otak kita akan sesak dengan segala macam hal.. mungkin pada akhirnya akan membuat kita stress dan sakit jiwa *karena terlalu banyak yg diingat* namun, ada hal-hal yg tidak akan kita lupa.. sama halnya jika perut kita ditusuk orang, lalu diobati dan sembuh.. namun bekas luka itu akan tetap ada.. bekas luka itu akan mengingatkan kita dimana tempat luka itu dulu berada, apa penyebab luka tersebut, dan bagaimana sakitnya ketika kita terluka..

Jadilah orang yang pemaaf.. tapi jangan jadi orang yg pelupa..